Telah
lama aku merencanakan ini. Imajinasi yang dulu aku bangun di sela kehidupan
masa kecilku. Ya. Masa kecil yang penuh dengan mimpi dan cita-cita yang tak
masuk akal. Berkeliling dunia. Menginjakkan kaki di tiap penjuru nusantara
Indonesia. Hingga akhirnya aku menemukan teman, sahabat atau bahkan sudah ku
anggap sebagai keluargaku sendiri yang mempunyai mimipi sama denganku. Sahabat
terbaik yang pernah aku temui di sepanjang perjalanan hidupku saat ini.
Tiket
pesawat sudah kami pesan satu hari yang lalu. Perjalanan awal petualangan ini
akan kami mulai di ujung barat Indonesia. Kota Sabang di ujung utara pulau
sumatera, masih masuk Propinsi Aceh.
“Dari
sabang sampai merauke, berjajar pulau pulau…” aku masih teringat sebait syair
salah satu nasional yang dulu sering aku nyanyikan saat masih di taman kanak
kanak. Hah! Hanya tinggal menghitung hari lagi karena kami harus menempuh
penerbangan bersambung dari Semarang. Mataku berkaca membayangkan masa kecilku
dulu. Ternyata lagu yang dulu aku nyanyikan, menjadi doa yang didengar Tuhan.
Doa tulus dari anak kecil yang memimpikan impian besar mengelilingi Negara
Indonesia yang katanya mempunyai pulau-pulau yang berjajar dari saban sampai
merauke.
Persiapan
mulai aku matangkan. Dari koordinasi dengan teman asal Aceh yang aku kenal
lewat jejaring sosial , teman PMI yang bertugas di Kabupaten Sabang dan banyak
lagi.
Beranggotakan
5 orang, kami mulai mematangkan program-program yang akan kami laksanakan di
sepanjang perjalanan kami. Aku sudah mulai tak sabar menunggu hari penerbangan
kami dan hari – hari kami berpetualang di penjuru Indonesia.
Tak
ada kata yang bisa ku ungkapkan untuk mengungkapkan betapa kagumnya aku dengan
teman-temanku. Sahabat yang akan mendampingi jejak langkah disepanjang
petualanganku.
Terima
Kasih Kawan . . . J





