Translate

Sabtu, 30 Juni 2012

Hukum Dasar Mencapai Impian (Hukum Petani) dari buku James Gwee


Setiap orang bekerja keras supaya bisa berhasil. Tetapi bekerja keras hanyalah satu bagian dari puzzle kesuksesan. Ada bagian-bagian lain – yang sama pentingnya – yang diperlukan untuk menyelesaikan puzzle kesuksesan tersebut.

Ilustrasi selalu menjadi cara terbaik untuk menjelaskan sesuatu. Maka dari itu dalam bab ini, saya akan mengilustasikan prinsip penting ini dengan menggunakan Hukum Petani. Saya yakin setelah anda membaca bab ini, tiga hal akan terjadi, yaitu :

1.      Prinsip ini aka menjadi sangat jelas bagi Anda
2.      Anda akan benar-benar tahu apa yang sudah Anda kerjakan dengan benar
3.      Anda akan tahu apa saja yang telah Anda kerjakan dengan salah selama ini

Yang PALING PENTING adalah : setelah Anda mengerti poin 1, 2, dan 3; apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?

Seperti yang sudah biasa Anda dengar… selanjutnya terserah Anda. Jadi, tanpa harus menunggu lagi, mari kita bahas “Hukum Petani” ini.

Hukum # 1

Bila Anda menana benih semangka, Anda akan mendapat buah semangka – Anda mendapat apa yang Anda tanam.

Dari hukum sederhana ini, kita dapat memetik beberapa penjelasan yang sangat penting :
1.      Sebelum menanam apa pun, pertama-tama kita harus MEMUTUSKAN apa HASIL yang ingin kita CAPAI

2.      Lalu, kita harus CARI benihnya (dengan kata lain, kita harus MEMILIH aksi apa yang harus kita lakukan untuk MULAI). Ini juga berarti kita harus BERMODAL untuk membeli benihnya!

3.      Setelah itu, kita tanam benihnya. Ini berarti bahwa kita harus mengambil tindakan dan mulai melakukan sesuatu.

4.      Anda harus menanam TERLEBIH DAHULU. Anda tidak dapat berharap mendapat buah TANPA terlebih dahulu menanam. Ada URUTAN yang harus dilalui. Anda tidak dapat melupakan urutan ini! Tanam benihnya, lalu dapatkan buahnya.
Pekerjaan Rumah
·         Buah (hasil) apa yang Anda inginkan dalam karier (kehidupan) Anda?
·    Benih apa yang perlu Anda tanam untuk dapat memperoleh buah-buah tersebut beberapa tahun kemudian?


Hukum # 2

Setelah menanam benih, Anda harus merawatnya. Perlu PROSES.

Dari hukum ini, ada beberapa pelajaran yang sangat penting :
1.      Setelah kita menanam benih, pekerjaan kita BELUM selesai! Masih ada beberapa hal yang kita HARUS LAKUKAN sebelum kita bisa menikmati buahnya.

2.      Kita perlu memberikan air untuk benihnya dan menyuburkan tanahnya. Hal ini memerlukan :
·         Waktu
·         Usaha
·         Uang (perlu uang untuk menyuburkan tanahnya!)

3.      Walaupun kita maish belum dapat melihat buahnya, kita tetap memberikan air dan menyuburkan tanah dengan rajin! Sering kali, Anda harus terus-menerus mengerjakan hal-hal yang harus dilakukan walaupun belum terlihat TANDA-TANDA dari hasil yang diharapkan. Anda tetap melakukan yang benar dan terbaik karena ada sesuatu yang sangat penting : HARAPAN dan KEYAKINAN.

4.      Anda harus mencabut tanaman-tanaman pengganggu, mengusir burung dan serangga. Jika tidak, mereka akan merusak tanaman Anda sebelum siap dipanen. Seringkali dalam petualangan kita mencapai tujuan dan mimpi, “hama” dan “serangga” datang mengganggu dengan komentar-komentar negative dan menyebabkan kita meragukan kemampuan kita, bahkan bisa membuat kita berubah pikiran dan menyerah! Siapakah di antara teman, rekan kerja, dan anggota keluarga Anda yang menjadi “hama” dan “serangga” ini? Apa yang Anda lakukan terhadap mereka? Apakah Anda mentolerir mereka atau mengusir mereka? Para petani mengusir mereka! Petani tidak dapat mentolerir mereka. Bila tidak, keluarganya akan kelaparan! Bagaimana dengan Anda?

5.      Para petani harus melakukan hal-hal ini (memberikan air, menyuburkan, membersihkan tanaman pengganggu, mengusir hama dan serangga, secara TERATUR dan DISIPLIN). Mereka tidak dapat melakukannya bila sedang ingin saja. Suka atau tidak, ingin atau tidak, mereka harus melakukannya. Semua ini butuh konsistensi dan disiplin. Apakah Anda orang yang konsisten dan disiplin?


Hukum # 3

Prosesnya tidak bisa instan. Perlu waktu.

Dari hukum sederhana ini, kita dapat belajar beberapa pelajaran penting :
1.      Bahkan bila sudah melakukan semua hal di atas, kita masih harus MENUNGGU agar tanaman tersebut bisa tumbuh dan buahnya matang. Bila semua ini sudah terjadi, barulah kita bisa memetik buahnya. Kita harus menunggu dengan SABAR. Prosesnya tidak bisa instan!

2.      Ini disebut delayed gratification. Petani tahu bahwa ia harus bekerja keras saat ini agar dapat menikmati hasilnya pada hari esok. Ada WAKTU TUNGGU. Ia tidak dapat menikmatinya SAAT INI. Bila ia memetik buah yang belum matang, buah tersebut takkan punya nilai di pasar! Kita pun demikian, harus bersabar untuk bisa mendapatkan buah yang matang. Kerjakanlah apa yang harus dikerjakan secara konsisten dan tekun, suatu hari nanti Anda pasti akan menikmati buah hasil kerja keras ini.


Hukum # 4

 Ada cara yang BENAR dan cara yang SALAH dalam melakukannya.

Dari hukum sederhana ini, kita dapat mempelajari beberapa pelajaran penting :
1.      Kebanyakan petani mempelajari apa yang harus dilakukan – bagaimana mempersiapkan tanah sebelum ditanami benih, bagaimana dan kapan menanam benih, seberapa sering harus disiram dan diberi pupuk, pupuk macam apa yang digunakan, bagaimana mengusir hama dan serangga, pestisida mana yang harus digunakan, bagaimana memilih buah yang baik, dan buah seperti apa yang sudah siap untuk dipetik – dari pengalaman orang tua mereka. Saya ragu apakah ada banyak petani yang melakukannya secara trial and error. Kebanyakan petani belajar dari orang yang sudah bisa melakukannya dengan baik.

2.      Tentu saja, cara yang benar untuk melakukannya adalah bertanya pada orang yang sudah melakukannya dengan baik, untuk MENUNJUKKAN kepada kita bagaimana caranya. Sering kali, Anda harus mengeluarkan uang atau mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan ilmu dari orang yang sudah berpengalaman tersebut. Yes, you have to PAY to learn!

3.      Cara yang salah adalah bertanyan pada orang yang belum pernah melakukannya, atau yang sudah mencoba beberapa kali tetapi belum sukses. Sering kali, untuk bertanya pada orang seperti ini tidak diperlukan uang atau pengorbanan, tetapi kualitas dari nasihat yang didapat belum terbukti – dan mungkin bisa berharga lebih mahal bila ternyata nasihat tersebut membuat Anda gagal.

4.      Cara yang paling konyol adala melakukannya dengan coba-coba (trial and error). Mengapa harus coba-coba? Cara ini sangatlah mahal (uang dan usaha terbuang sia-sia!). konyol bila Anda melakukannya secara trial and error, padahal sudah ada orang yang pernah melakukannya dengan sukses, dan mungkin siap untuk berbagi dengan Anda. Toko buku penuh buku-buku bagus tentang orang-orang yang sudah sukses melakukannya! Tanyakanlah pada ahlinya! Bayarlah bila perlu, karena nanti malah bisa menghemat uang dan juga usaha Anda di masa depan! Hal ini bisa sangat menghemat proses kurve belajar Anda! Inilah alasan mengapa orang-orang megambil franchise dari McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, Starbucks, LJ Hooker, Sempoa, Global Art, dan lain-lain… Hal ini secara signifikan dapat mengurangi risiko dan akibat fatal dari trial and error.


Hukum # 5

Waktunya panen (tapi tidak selalu)

Bila kita melakukan hukum 1, 2, 3, dan 4 dengan benar, kita akan menikmati panen. Kenyataannya, sering kali kita sudah melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan dengan giat dan tekun, tapi tetap saja kita tidak bisa menikmati buah hasil kerja keras itu. Seperti halnya para petani yang menanam benih, menyirami, member pupuk, membersihkan rumput-rumput liar, mengusir hama dan burung-burung, mempelajari ilmu yang benar dari petani lain, tetapi tetap saja Ia belum dapat menikmati hasil panennya.

Mengapa? Perubahan cuaca yang mendadak (cuaca kadang bisa berubah dan sulit ditebak). Hal lain, bisa jadi karena ada penyakit yang menyerang seluruh tanaman. Maka dari itu, terkadang dalam kehidupan, walaupun kita sudah melakukan semuanya dengan benar, Anda masih tetap belum dapat menikmati hasil panennya, karena hal-hal yang diluar dugaan mungkin dapat terjadi. Mengapa demikian? Ini adalah hukum dari bertani!


Hukum # 6

Kurangi Kerugian!

Kadang-kadang sewaktu sang petani kehilangan seluruh tanaman atau benih akibat penyakit, ia memutuskan untuk mencabut dan membuang semuanya. Ia tidak MELANJUTKAN menyirami dan member pupuk pada benih atau tanaman yang sudah terkena penyakit. Ia mengurangi kerugiannya. Mengapa? Karena tindakan untuk menumbuhkan benih yang sudah rusah adalah tindakan yang membuang-buang waktu, tenaga, dan biaya! Sang petani tidak akan mendapatkan hasil yang sepadan dari benih yang sudah rusak. Bahkan, bila ia terus melanjutkan usahanya itu, kesuburan tanahnya akan terpakai semuanya untuk benih rusak tersebut.

Jadi kita belajar untuk mengurangi kerugian. Terkadang kita sudah mencurahkan segenap waktu dan tenaga ntuk pelanggan prospektif, tetapi ia tetap memutuskan untuk membeli dari orang lain. Jika hal ini terjadi, lebih baik kita mengurangi kerugian. Lupakan dan lanjutkan usaha kita pada pelanggan lain. Memelihara pelanggan yang tidak bisa diharapkan cuma buang-buang waktu, usaha, uang dan resource Anda. Seperti halnya nanti aka nada kesmptan lain untuk menanam benih baru, maka nantinya aka nada juga pelanggan-pelanggan baru potensial yang bisa Anda dapatkan. Jadi, jangan menangisi benih yang sudah rusak. Kurangi kerugian dan lanjutkan hidup Anda.
 
Hukum petani ini sama tuanya dengan alam. Ini adalah suatu kebijaksanaan (wisdom) yang telah bertahan selama berabad-abad. Hukum tersebut sudah dipegang oleh seluruh manusia selama ini dan telah terbukti berhasil untuk semua petani. Prinsip dan hukum ini juga akan berhasil untuk Anda. Jadi, Anda harus memahami hukum ini dengan menganilis :

1.      Apa saja yang telah Anda lakukan dengan benar.
2.      Apa saja yang telah Anda lakukan dengan salah.
3.      Dan yang paling penting, setelah Anda mengerti nomor 1 dan 2, apa yang akan Anda lakukan untuk mengembangkan performance dan menjadi lebih sukses dari sebelumnya?
  


*Diambil dari Buku JAMES GWEE “Setiap Orang Sales Harus Baca Buku Ini!”

OPTIMIS DONK, GUYS!



Orang-orang yang optimis selalu memandang segala sesuatu dari sisi positif. Mereka bukan tak pernah mengalami hal yang buruk dalam hidup. Namun menganggap sesuaatu yang buruk itu sebagai hal yang bersifat sementara.

Meskipun belum sukses, mereka senantiasa bangkit, mengevaluasi, membenahi kesalahan-kesalahan dan kembali mencoba. Jatuh dan bangun adalah hakikat mendapatkan kesuksesan yang sangat mereka sadari.

Husnudzon / prasangka baik = cikal bakal optimis
Berprasangka baik pada diri sendiri
Berprasangka baik pada orang lain
Berprasangka baik pada alam
Berprasangka baik pada Allah SWT

Tatkala kita percaya kita akan berhasil, maka Allah akan memberikan jalan kepada kita untuk berhasil. Tatkala kita berprasangka bahwa kita akan sukses, maka seperti itu juga prasangka Allah.

Setiap kita melakukan sesuatu, yakinlah bahwa Allah akan memberikan keberhasilan kepada kita. Jika belum berhasil, itu adalah ujian Allah untuk mengetest seberapa kuat niat kita.

Optimis adalah Ciri Khas dan Karakter Ahli Surga

Semua sahabat Rosul yang dijamin masuk surga adalah orang-orang yang optimis. Mau kan masuk surga? Optimis donk?!!

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang di usahakannya dan ia mendapati siksa (dari kejahatan) yang dikerjakan. (Al Baqarah : 286)

Allahumma ‘aafini fii badani
Allahumma ‘aafini fii sam’i
Allahumma ‘aafini fii bashari
(Ya Allah sehatkan badanku
Ya Allah sehatkan pendengaranku
Ya Allah sehatkan penglihatanku
Tiada Tuhan selain Engkau
Aamiin..

Orang yang optimis mempunyai keunikan yang cukup nyata, yaitu mampu menjadikan hal-hal yang buruk, kegagalan, pengalaman pahit sebagai sesuatu yang HARUS DILAWAN.

Mereka adalah orang-orang yyang mampu memotivasi diri sendiri dan kekuatan motivasi itulah yang membuat mereka mampu bangun dari kegagalan dan membangun benteng pertahanan yang megah.

Orang yang optimis lebih banyak mengalami kesuksesan karena mereka menjadikan kegagaln yang mereka alami sebagai sebuah cambuk menuju keberhasilan.

Orang optimis selalu penuh harapan. Hal ini tercipta karena keyakinan mereka yang luar biasa.
Mereka mampu memotivasi diri sendiri saat mereka lemah. Oleh karenanya, mereka adalah orang yang paling siap jika diajak fight! Bertempur! Jikapun mereka kalah, mereka akan berusaha untuk mencari cara agar mereka bisa menang!!!

Seorang pejuang harus berjuang. Harus berusaha agar ia bisa menjadi pemenang.
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan). Kerjakan dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mulah kamu berharap (alam nasyrah)
SEMANGAT!!!!

Orang-orang yang sukses baik secara duniawi maupun ukhrawi pasti punya spirit/semangat KEKUATAN yang menggerakkan mereka sebagai manusia yang dinamis.

Optimisme akan berbuah kepada banyak hal yang positif.
1.       Melakukan aktifitas secara terencana
2.       Menerima kritik orang lain sebagai bentuk cinta
3.       Rajin memperbaiki diri sendiri
·         Kekuatan perubahan itu ada pada diri sendiri
·         Target harus realistis, agar tidak membuat kita frustasi
4.       Tidak takut berbuat salah
·         Belajar dari kesalahan masa lalu untuk menjadi lebih baik di kemudian hari
·         Jangan terpaku pada hal-hal yang membuat kita malas melakukan sesuatu hanya gara-gara takut berbuat salah
·         Mari belajar dari bayi yang belajar berjalan. Pertama ia akan terhuyung-huyung, tertatih-tatih dan bahkan terjatuh. Tetapi kelamaan dia bisa berjalan dengan baik. Bayi tidak menyerah!
·         Sama dengan Jualan.
·         Saat ini mungkin kamu takut berjualan sama seperti bayi yang takut terjatuh.
·         Saat ini mungkin kamu terhuyung tertatih seperti langkah-langkah awal bagi yang belum bisa berjalan.
·         Atau bahkan mungkin kamu terjatuh tak berdaya dalam berjualan. Sama seperti bayi yang terjatuh saat ia belajar berjalan.
·         Ingatlah. Ini adalah proses awa yang memompa ketahananmu, membentuk pondasi kekuatanmu di hari esok.
·         Terjatuh saat ini adalah kekuatanmu nanti
·         Kalau sudah dapat berjalan tidak ada lagi yang dapat menghalangimu untuk berjalan kemanapun, jualan apapun, ke siapapun dengan jumlah dan harga berapapun.
·         SEMANGAT BERJUANG !!!!
5.       Berani menerima tantangan
·         Berani menerima tantangan juga bakal mencuatkan sikap optimis kita
·         Tantangan bagi calon manusia sukses adalah sebuah musuh yang perlu diperangi. Jika berhasil mengalahkan musuh itu, kita akan mendapat kepuasan yang luar biasa.
·         Step by step. Belajar menuju puncak prestasi.
·         Tidaklah seorang mukmin mengalami kelelahan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan atau kerisauan bahkan gangguan berupa tusukan duri melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan peristiwa itu. (HR Mukmin, Tirmidzi, Ahmad)
·         Belajar dan terus menggali potensi
·         Coba LEBIH OPTIMIS, INSYA ALLAH LEBIH MENYENANGKAN
·         KEKUATAN PENDOBRAK ITU ADA PADA DIRI SENDIRI


KAMU PASTI BISA. YANG KAU PERLUKAN HANYALAH HARUS MEYAKINI KAMU (PASTI) BISA MELAKUKANNYA

Siapa kita esok hari adalah apa yang kita pikirkan dan kita amalkan pada hari-hari sekarang
Yang bisa mendorong kita untuk bisa sukses, bisa mendapatkan apa yang kita inginkan adalah SEMANGAT OPTIMIS kita.

Siapa kamu adalah apa yang kamu pikirkan dan kamu usahakan.

Orang-orang besar adalah dulunya sama seperti bayi kecil yang tidak bisa berbuat tanpa bantuan. Tapi seiring waktu dengan belajar dan belajar, mereka berjuang keras menjadi orang yang besar. Seperi Hassan Al Banna, Bung Karno, Einstein, dan lain sebagainya.

Usaha keras dan semangat yang tinggi pada akhirnya membentuk bayi mungil menjadi sosok sukses saat sudah besar.  Orang yang sukses yang berpestasi yang menjadi pemenang adalah orang yang bisa mengoptimalkan kelebihan yang dimiliki dan meminimalisir kekurangan yang ada pada mereka. Yang jelas, Allah tidak akan membebankan sesuatu di luar kemampuan seseorang. So, Optimis Donk Guys!!

·         Keindahan dari sebuah kesuksesan adalah bukan bagaimana kita tidak pernah gagal, tetapi pada bagaimana kita bangkit kembali saat mengalami kegagalan. (anonym)

Apa resep untuk mencapai kesuksesan?
Bagiku hanya empat bumbu dasar :
-          Pilihan karier yang kau sukai
-          Berikan yang terbaik yang ada pada dirimu
-          Manfaatkan kesempatan
-          Dan jadilah anggota team
[Benjamin F. Fairless]

Diambil dari buku Afifah Afra. Optimis donk Guys!