Translate

Kamis, 05 Juli 2012

Sayapku Terluka...

Sayap-sayapku patah. Aku tak bisa terbang lagi untuk bercanda dengan bintang dan rembulan. Aku sakit dan terbang rendah. Aku tak tahu kemana angin akan membawa jasadku yang sedang terjatuh dari awan. Akan kelautkah? atau kedaratan? atau malah akan dihantarkan di hatimu? Aku tak tahu. Aku terjatuh menuju bumi, tertarik gaya gravitasi.

Aku melayang mempertahankan diri di atas awan, melawan gaya gravitasi yang entah sangat kuat menarikku ke bumi. Aku tak tahu akan kah aku mati atau tidak. Tapi aku tak ingin jatuh ke bumi. Sakit dan pasti sakit. Sedang sayapku yang patahpun sakit sekali.

Entah aku hanya ingin tetap ada disini. Melihat senyumnya dari jauh dari tempat yang tak dapat dilihatnya. Ya. Senyum darinya yang entah mengapa membuatku menikmati kehidupan di atas sini. Bersembunyi menikmati keindahan senyum manisnya yang tak mampu tergambarkan kata-kata.

Sungguh aku dulu disana, disampingnya. Tapi entah mengapa aku tak tahu aku disini. Menjadi pelindung yang tak diketahuinya. Aku mulai mencintainya lalu aku tertarik ke atas menjadi penghuni langit-langit khayal yang mengiringi kemanapun kepergiannya.

Aku jauh darinya, tapi dari sini aku dapat melihatnya. Kemana dia pergi, dengan siapa ia berjalan bahkan saat ia murung dan menangis sendiri di sudut kamar. Aku tahu itu. Tapi aku jauh disini. Tak mampu menggapainya. Mengusap air mata di pipinya, membuat senyum setelah tangisnya. Ah, aku sangat menginginkan untuk memilikinya, tapi aku masih disini. Jauh darinya dan dari hidupnya.

Hingga sayapku terluka dan dia tak tahu itu. Aku sangat sedih saat dia tak tahu bahwa ada yang sangat mencintainya. Entah mengapa aku hanya mencintainya, Takk peduli pada awalnya. Tapi, biarlah semua cinta melukai. Jika aku akan terjatuh dengan sebelah sayap yang terluka, akan aku biarkan cinta ini tetap mencintainya.Cinta yang telah tercipta tulus untuknya. Untuk seorang anak manusia yang entah mengapa telah mengambil seluruh perhatianku padanya. Seorang perempuan yang telah menguasai sebagian besar tempat di hati dan fikiranku.

Biarlah aku terjatuh. Mempertahankan cinta padanya. Akan aku ikhlaskan meski ia tak peduli padaku. Sebuah cinta yang akan ku jaga hingga akhirnya menutup waktu dan menghabiskan satu persatu sayap-sayapku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar