Tugu Banjarnegara, menyambut para pendatang yang akan memasuki wilayah kota Banjarnegara
I love Banjarnegara. Kata yang
ingin aku nyatakan dengan karya nyataku. Entah apapun itu. Baik itu kerja
keras, maupun karya yang mampu membuat setidaknya aku bangga bisa menjadi salah
satu pribumi Banjarnegara asli.
Hari ini rasanya aku ingin
suasana baru. Suasana yang beberapa hari ini tak ku dapati. Fyuuuhhh.. Lets
Go..!!!
Aku terinspirasi dari Koran yang
ku baca tadi pagi di perpustakaan Politeknik Banjarnegara. Aku membaca artikel
tentang sebuah perlombaan foto yang bertemakan kecintaan terhadap kampung
halaman. Dari artikel itu, aku terinspirasi untuk bisa mendokumentasikan bagian
Banjarnegara yang selalu membuatku rindu jika nanti aku akan pergi menjemput
impianku.
Waktu menunjukkan pukul 09:00,
belum begitu siang dan terik matahari musim kemarau pun belum begitu menyengat.
Aku memutuskan mengambil jalur lain. Ya setidaknya aku akan menemukan sedikit
suasana baru dan mungkin beberapa objek yang bisa ku abadikan dengan kamera
kecil di kantongku.
Persinggahan pertama adalah Taman
Pejuang Letnan Karjono. Taman kecil ini merupakan salah satu taman yang ada di
jalan utama Banjarnegara, kalau tidak salah masih berada di daerah Bawang yang
berbatasan dengan Semampir. Ternyata sampai disana rumput-rumput yang dulunya
hijau sekarang menjadi kuning tandus. Maklum, sudah lama sekali tidak hujan. Ciri
utama musim kemarau.
Air mancur di Taman Pejuang Letnan Karjono
Ayunan Duo
Patung pesawat
Cemara di Taman
Gazebo yang teduh
Gazebo
Contoh Meriam
Seluncuran
Sepanjang pinggir jalan sedang digarap penanaman fiber optik
Patung Penjual Dawet, Ciri Kota Banjarnegara
Taman Pejuang Letnan Karjono
Nama Taman Pejuan Letnan Karjono
Di sini ada beberapa bagian yang
menurutku cukup bagus, ada beberapa gazebo yang biasa digunakan untuk berteduh,
ayunan, air mancur mini bahkan ada bangkai pesawat yang mangkrak disini. Bukan pesawat
beneran, hanya berupa model pesawat yang diletakkan disitu. Mungkin kalau di
Banjarnegara terdapat lapangan kapal terbang yang berdiri disitu bisa jadi
bangkai kapal terbang asli bukan model kapal terbang. hehehehee
Tak terasa, terik matahari
kemarau mulai memanas. Penghuni perut sudah mulai dangdutan, mereka tak mau
keroncongan. Entah. Aku melanjutkan perjalanan ke arah barat. Di daerah bawang
dekat SMA Bawang aku menepi. Mampir sebentar di warung makan JOLALI. Setelah
memesan satu mangkuk mie pelangi dan es jeruk, aku menuju tempat makan di
bagian pojok timur. Menikmati kesendirian dengan lagu JKT 48, Boku no Sakura.
Salah satu lagu kesukaanku.
Setidaknya membutuhkan waktu 10
menit aku menunggu. Lalu pesanan pun datang. Ayoo makaaannn.. J
Mie Sehat Pelangi
Sepertinya untuk hari ini cukup dua objek saja. Objek lain segera menyusul bila ada kesempatan dan ada waktu. I Love Banjarnegara.



















nice blog .. follow juga yaa ... ???
BalasHapusokkee..
HapusBang masih wota gak?
Hapus