Translate

Rabu, 19 September 2012

I Love Banjarnegara

Tugu Banjarnegara, menyambut para pendatang yang akan memasuki wilayah kota Banjarnegara

I love Banjarnegara. Kata yang ingin aku nyatakan dengan karya nyataku. Entah apapun itu. Baik itu kerja keras, maupun karya yang mampu membuat setidaknya aku bangga bisa menjadi salah satu pribumi Banjarnegara asli.

Hari ini rasanya aku ingin suasana baru. Suasana yang beberapa hari ini tak ku dapati. Fyuuuhhh.. Lets Go..!!!

Aku terinspirasi dari Koran yang ku baca tadi pagi di perpustakaan Politeknik Banjarnegara. Aku membaca artikel tentang sebuah perlombaan foto yang bertemakan kecintaan terhadap kampung halaman. Dari artikel itu, aku terinspirasi untuk bisa mendokumentasikan bagian Banjarnegara yang selalu membuatku rindu jika nanti aku akan pergi menjemput impianku.

Waktu menunjukkan pukul 09:00, belum begitu siang dan terik matahari musim kemarau pun belum begitu menyengat. Aku memutuskan mengambil jalur lain. Ya setidaknya aku akan menemukan sedikit suasana baru dan mungkin beberapa objek yang bisa ku abadikan dengan kamera kecil di kantongku.

Persinggahan pertama adalah Taman Pejuang Letnan Karjono. Taman kecil ini merupakan salah satu taman yang ada di jalan utama Banjarnegara, kalau tidak salah masih berada di daerah Bawang yang berbatasan dengan Semampir. Ternyata sampai disana rumput-rumput yang dulunya hijau sekarang menjadi kuning tandus. Maklum, sudah lama sekali tidak hujan. Ciri utama musim kemarau.


Air mancur di Taman Pejuang Letnan Karjono 


Ayunan Duo


Patung pesawat 


Cemara di Taman


Gazebo yang teduh


Gazebo


Contoh Meriam 



Seluncuran


Sepanjang pinggir jalan sedang digarap penanaman fiber optik


Patung Penjual Dawet, Ciri Kota Banjarnegara


Taman Pejuang Letnan Karjono



 Nama Taman Pejuan Letnan Karjono

Di sini ada beberapa bagian yang menurutku cukup bagus, ada beberapa gazebo yang biasa digunakan untuk berteduh, ayunan, air mancur mini bahkan ada bangkai pesawat yang mangkrak disini. Bukan pesawat beneran, hanya berupa model pesawat yang diletakkan disitu. Mungkin kalau di Banjarnegara terdapat lapangan kapal terbang yang berdiri disitu bisa jadi bangkai kapal terbang asli bukan model kapal terbang. hehehehee

Tak terasa, terik matahari kemarau mulai memanas. Penghuni perut sudah mulai dangdutan, mereka tak mau keroncongan. Entah. Aku melanjutkan perjalanan ke arah barat. Di daerah bawang dekat SMA Bawang aku menepi. Mampir sebentar di warung makan JOLALI. Setelah memesan satu mangkuk mie pelangi dan es jeruk, aku menuju tempat makan di bagian pojok timur. Menikmati kesendirian dengan lagu JKT 48, Boku no Sakura. Salah satu lagu kesukaanku.



Warung Makan Jolali di Pucang, Banjarnegara




Setidaknya membutuhkan waktu 10 menit aku menunggu. Lalu pesanan pun datang. Ayoo makaaannn.. J



Satu porsi makan untuk siang ini.. :)




Mie Sehat Pelangi

Sepertinya untuk hari ini cukup dua objek saja. Objek lain segera menyusul bila ada kesempatan dan ada waktu. I Love Banjarnegara.

3 komentar: