Translate

Rabu, 19 Februari 2014

(Merindu) Seperti Serayu...






Rinduku berteriak dalam kebisuan
Melonglong pada puncak cemara
Setiap malam
Sebelum pagi datang
Saat matahari terik bersinar
Di waktu sore
Dan kembali lagi mendekapku malam ini


Terbawa pada aliran serayu
Deras
Sederas rindu yang tiba-tiba membanjiri
Semua bagian hati dan pikiranku


Mengapa aku merindukanmu
Sedangkan kamu tidak?
Enak saja!
Boleh saja kamu menganggapku gila
Sedangkan kau tak sedetikpun memikirkanku


Bahkan bebatuan di tengah dan di pinggir serayu
Tak lagi mampu membendung dan
Menghentikan kerinduanku
Menunggu waktu hadirkan ragamu
Dan menatap lekat dua matamu
Harus kepada siapa lagi aku
Mengadukan rindu?
Jika setiap detik aku merindu
Tak mampu ku sapa dirimu


Mungkin aku tak waras
Yang mengadu pada batu-batu serayu
Mencoba meringankan kepalaku
Yang semakin berat menahahan rindu


Jika bisa
Akan ku sulap kau menjadi buku saku
Agar bisa ku bawa kemanapun sesukaku
Dan kutuliskan beribu rindu untukmu
Ah! Terlalu...


Aku berteriak dalam bisu rinduku
Mengalir pada banyu serayu
Setiap malam
Sebelum pagi datang
Saat matahari terik bersinar
Di waktu sore
Dan entah apa lagi deskripsi waktu


Aku (teralu) selalu merindumu seperti serayu
Mengalir deras
Tak terhentikan bebatuan yang menghadang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar