Translate

Rabu, 19 Februari 2014

Sunyi Serayu





Diam…
Sunyi, tak lagi ada nyanyian serayu di deras aliran sungati serayu
Terhenti…
Berhenti mengalunkan lagi lagu-lagu sendu pelepas rindu

Berkaca…
Bola mata hitam memanas
Menahan pilu rindu
Menunggu kembalinya cinta yang dicintainya selalu

Diam…
Sunyi, tak ada lagi nyanyian alam yang meredam dendam
Hilang…
Perlahan, rasa itu menghilang
Tergantikan luka perih seperti sayatan pedang

Menetes…
Air bening itu akhirnya jatuh
Membuat langit luluh
Menghadirkan hujan dan guruh

Dunia tersentuh


Diam…
Awan menangis, guruh bergemuruh membasahi jiwa yang telah runtuh
Menguatkan hati agar tetap teguh
Terhenti…
Berhenti merasakan pilu yang menjadi palu
Membuang masa lalu yang sudah tak berlaku

Sepi…
Hati bernyanyi dengan paduan serayu
Membangkitkan hati
Yang hilang tersakiti
Melupakan rindu yang selalu menjadi sendu

Jiwa…
Pada gemericik serayu yang mengalirkan banyu biru
Bernyanyi bersama ribuan batu
Mencoba bangkit, hidup mengisi asa baru

Serayu…
Berpadu dengan sang bayu
Membuang masa lalu
Mengalir jauh ke tempat yang tak pernah ku tahu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar