Diam…
Sunyi, tak lagi ada
nyanyian serayu di deras aliran sungati serayu
Terhenti…
Berhenti mengalunkan
lagi lagu-lagu sendu pelepas rindu
Berkaca…
Bola mata hitam memanas
Menahan pilu rindu
Menunggu kembalinya
cinta yang dicintainya selalu
Diam…
Sunyi, tak ada lagi
nyanyian alam yang meredam dendam
Hilang…
Perlahan, rasa itu
menghilang
Tergantikan luka perih
seperti sayatan pedang
Menetes…
Air bening itu akhirnya
jatuh
Membuat langit luluh
Menghadirkan hujan dan
guruh
Dunia tersentuh
Diam…
Awan menangis, guruh
bergemuruh membasahi jiwa yang telah runtuh
Menguatkan hati agar
tetap teguh
Terhenti…
Berhenti merasakan pilu
yang menjadi palu
Membuang masa lalu yang
sudah tak berlaku
Sepi…
Hati bernyanyi dengan
paduan serayu
Membangkitkan hati
Yang hilang tersakiti
Melupakan rindu yang
selalu menjadi sendu
Jiwa…
Pada gemericik serayu
yang mengalirkan banyu biru
Bernyanyi bersama
ribuan batu
Mencoba bangkit, hidup
mengisi asa baru
Serayu…
Berpadu dengan sang
bayu
Membuang masa lalu
Mengalir jauh ke tempat
yang tak pernah ku tahu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar